Jumat, 28 Desember 2012

Pentingnya usaha atas iman


Keimanan seseorang selalu mengalami naik dan turun. Turunnya keimanan akan berdampak pada ibadah yang tidak sempurna. Apalagi dengan telah tiadanya Rasulullah saw, maka umat bila tidak selalu berusaha atas iman, maka kehidupan agamanya menjadi tidak sempurna.
Pada masa akhir jaman seperti ini, manusia banyak terkendala karena faktor-faktor materi dunia :
·    Himpitan ekonomi keluarga yang berat/miskin
·    Lingkungan yang tidak mengarah kepada takut pada Allah.
·    Mengandalkan rasionalitas
·    Umat islam yang tidak berakhlak mulia
·    Kaum kafir yang menjanjikan nikmatnya dunia
Hal ini bila dituruti/diikuti, berarti kita lebih cenderung pada materi dunia yang fana,dan sebentar saja. Ya Allah semoga yang saya tulis ini bermanfaat untuk menjaga iman dan sempurnanya ibadah ada 2 hal utama yang harus diperhatikan
1. Ibadah harus yakin bahwa akhirat itu lebih utama dari dunia yang semu ini. Dunia sementara, dan wujud dunia adalah semu. Akhirat adalah kekal, dan wujud akhirat pasti nyata. Nyata ada surga dan bila dosa pasti di neraka.
2. Amalan dilaksanakan secara berjamaah. Jamaah dapat terwujud bila ada 4 hal :
a.    Meningkatkan rasa kasih sayang terhadap semua muslim
b.    Selalu berusaha memaafkan kesalahan orang lain. Karena hakekatnya manusia tempatnya salah
c.    Istiklas (hanya mengharap dan meminta kepada Allah)
d.    Mengutamakan kepentingan bersama dengan jalan musyawarah.

Manusia yang masa lalunya banyak dosa dan kesalahan pada hakekatnya bila ada kesadaran  akan selalu dan selalu minta maaf pada Allah dan berharap ada permakluman dari manusia yang ada disekitarnya.
Harapan pada Allah, insyaAllah Allah ridha bila dilakukan dengan sungguh-sungguh. Bukti kesungguhan taubat ini harus wujud dengan meningkatnya iman. Indikator adanya iman diantaranya. Iman pada Allah, Malaikat, Rasul Allah, Alquran, hari akhir dan Takdir. Hal iman sangat erat dengan keadaan yang bersifat ghoib. Bahwa yang ghoib ini pasti ada. Sedang yang sekarang ada di dunia ini pada dasarnya tidak kekal. Adanya apa yang ada di dunia ini karena diadakan oleh Allah.

Oleh karena itu harus selalu diupayakan menambah keimanan dengan mengupayakan bekal untuk persiapan menghadapi alam yang kekal, yaitu alam akhirat. Pada alam akhirat insya Allah akan tampak nyata.

Selama masih berada di alam dunia harus ada usaha-usaha menambah iman. Apabila ada orang lain mencela dan kecewa dengan kita, lihat  hati kita bagaimana?. Apabila ada orang lain memahami dan menyanjung kita, lihat hati kita bagaimana? Iman wujud bila tautannya hanya Allah dan tidak terkesan dengan suasana, cacian, hinaan ataupun sanjungan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar